HIMPUNAN MAHASISWA TEKNIK KIMIA POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG

  • HMTK Corner Susu Tahan Lama Bukan karena Sihir, tapi karena Teknologi Pasteurisasi

    [HMTK CORNER PASTEURISASI]

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

    Pasteurisasi adalah proses pemanasan suatu bahan makanan atau minuman, terutama cairan, hingga suhu tertentu dalam waktu tertentu untuk membunuh mikroorganisme patogen yang berbahaya bagi kesehatan. Teknik Pasteurisasi berbeda dengan sterilisasi, Pasteurisasi membunuh sebagian besar patogen berbahaya tanpa menghancurkan spora, sedangkan sterilisasi menghancurkan semua bentuk kehidupan mikroba, termasuk spora. Teknik ini pertama kali dikembangkan oleh ilmuwan asal Prancis, Louis Pasteur, pada abad ke-19. Proses ini tidak bertujuan untuk mensterilkan produk, tetapi cukup untuk memperlambat pertumbuhan mikroba dan memperpanjang umur simpan tanpa mengubah rasa atau nilai gizinya secara signifikan (BPOM RI, 2020).

    Secara umum, metode pasteurisasi yang sering digunakan, yaitu metode suhu rendah dalam waktu lama (Low Temperature Long Time/LTLT), metode suhu tinggi dalam waktu singkat (High Temperature Short Time/HTST) dan metode suhu sangat tinggi dan dalam waktu sangat singkat (Ultra High Temperatur/UHT). Pada metode LTLT, produk dipanaskan pada suhu sekitar 63°C selama 30 menit. Sementara itu, pada metode HTST, produk dipanaskan pada suhu sekitar 72°C selama 15 detik. Untuk metode UHT produk dipanaskan pada suhu 137-150°C dalam waktu 2 detik. Pilihan metode tergantung pada jenis produk, tingkat kontaminasi, serta tujuan pengolahan (Kementerian Kesehatan RI, 2021).

    Teknik pasteurisasi banyak diterapkan dalam industri makanan dan minuman, seperti pada susu, jus buah, dan minuman fermentasi. Misalnya, susu yang dipasteurisasi menjadi lebih aman untuk dikonsumsi karena sebagian besar bakteri patogen seperti Salmonella, Listeria, dan E. Coli dapat dihilangkan. Selain itu, pasteurisasi juga membantu mempertahankan kualitas sensorik dan nilai gizi produk dalam jangka waktu tertentu (Balai Besar Industri Agro, 2022).

    Produksi dan konsumsi susu segar di Indonesia cenderung mengalami peningkatan dalam tahun ke tahun. Naiknya nilai produksi dan konsumsi susu di Indonesia dikarenakan susu merupakan produk pangan yang mempunyai nilai nutrisi tinggi, seperti protein, kalsium, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral, dan nutrisi lainnya yang sangat penting bagi tubuh manusia (Aprilliyani, 2018).

    Tingginya nilai nutrisi yang dimiliki oleh susu dapat menyebabkan tumbuhnya bakteri dan mikroorganisme dengan cepat dibanding produk pangan yang lain. Tumbuhnya bakteri dan mikroorganisme pada susu dapat menghasilkan asam laktat, yang seiring berjalannya waktu membuat susu menjadi basi. Oleh karena itu, diperlukan perlakuan lebih lanjut pada susu segar untuk membuat umur simpan susu menjadi lebih lama. Salah satu metode yang sering digunakan untuk mengolah susu adalah perlakuan panas, seperti pasteurisasi Ultra High Temperature (UHT) dan sterilisasi.

    Referensi:
    • Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI). (2020). Keamanan Pangan dalam Pengolahan Produk Susu. Diakses dari: https://www.pom.go.id
    • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Teknik Pengolahan Pangan untuk Keamanan dan Kesehatan. Diakses dari: https://www.kemkes.go.id
    • Balai Besar Industri Agro. (2022). Pasteurisasi dan Manfaatnya dalam Industri Pangan. Diakses dari: https://www.bbip.kemenperin.go.id
    • Aprilliyani, M. W., (2018). Kualitas Fisik Dan Sensoris Produk Susu Pasteurisasi Pada Suhu Dan Waktu Transportasi Dalam Distribusi Pemasaran. Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak. 13(1): 46 –53.

    Kimia
    Terlahir Untuk Perubahan
    Jayalah HMTK
    Jaya! Jaya!! Jaya!!!

    Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    =====================================
    Departemen Publikasi dan Dokumentasi
    PH-HMTK PNUP
    Periode 2024-2025

    Ikuti terus semua media sosial kami:
    👉 Instagram: hmtk_pnup
    👉 TikTok: hmtk_pnup
    👉 Youtube: HMTK PNUP
    👉 E-mail: hmtkpnup@gmail.com
    👉 Website: hmtk.poliupg.ac.id

    LaksamanaAksara

    JayalahHMTK

    JayaJayaJaya

    HMTK Corner
  • HMTK Corner Kisah Pohon Natal dan Tradisinya

    [HMTK CORNER KISAH POHON NATAL DAN TRADISINYA]

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

    Setiap negara memiliki cara yang berbeda dalam merayakan Natal dengan pohon Natal. Pohon Natal biasanya berupa pohon evergreen berupa pinus atau cemara, yang didekorasi menggunakan cahaya (lilin atau lampu) dan ornament sebagai bagian dari perayaan Natal. Dekorasi pohon Natal juga memiliki makna simbolis, seperti bintang di puncak pohon yang melambangkan Bintang Betlehem yang memandu orang-orang bijak menuju tempat kelahiran Yesus, lampu-lampu yang merupakan simbol cahaya Kristus yang datang ke dunia, pita dan ornamen yang mewakili kebahagiaan dan sukacita yang dihadirkan oleh kelahiran Kristus serta buah dan kacang-kacangan yang mengingatkan kita akan pemberian Tuhan dan berkat yang melimpah.

    Sebelum pohon Natal digunakan, berbagai negara dan kebudayaan sudah menggunakan evergreen sebagai bagian dari simbolisasi kepercayaan mereka. Di belahan bumi bagian utara, hari terpendek jatuh pada 21 atau 22 Desember dan dinamakan titik balik matahari. Orang zaman dahulu beranggapan bahwa matahari adalah dewa dan musim dingin terjadi setiap tahun karena dewa matahari mengalami sakit dan menjadi lemah. Mereka merayakan titik balik matahari karena beranggapan dewa matahari mulai pulih dan akan sehat kembali. Pepohonan evergreen dibawa untuk mengingat bahwa seluruh tumbuhan hijau akan tumbuh kembali ketika dewa matahari sehat dan musim panas akan kembali (Armstrong, 2006).

    Martin Luther dipercaya sebagai orang pertama yang meletakkan lilin ke pohon Natal. Pada saat itu ia sedang berjalan pulang di satu malam di musim dingin setelah menyusun kotbah. la kagum akan kerlip bintang di antara pepohonan evergreen. Untuk menunjukkan hal ini kepada keluarganya, ia mendirikan sebuah pohon di ruang utama rumahnya dan mengikatkan lilin-lilin pada dahan pohon tersebut (Spinks, 2008).

    Pada awal abad kedelapan belas, tradisi ini menjadi populer di Rhineland. Pada 1816, Putri Henrietta of Nassau-Weilburg memperkenalkan pohon Natal pada Vienna dan menyebar ke seluruh Austria. Di Prancis, pohon Natal pertama diperkenalkan oleh Duchess of Orleans pada 1840. Di Inggris, keluarga kerajaan, termasuk Ratu Victoria dan Pangeran Albert, mempopulerkan tradisi menghias pohon Natal di kalangan masyarakat. Pohon Natal menjadi simbol yang melambangkan kebersamaan keluarga dan harapan untuk tahun baru yang lebih baik (Mangali, 2022).

    Referensi:
    Armstrong, M., & Taylor, S. (2014). ARMSTRONG’S HANDBOOK OF HUMAN RESOURCE MANAGEMENT PRACTICE (13 ed.).

    Kimia
    Terlahir Untuk Perubahan
    Jayalah HMTK
    Jaya! Jaya!! Jaya!!!

    Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    =====================================
    Departemen Publikasi dan Dokumentasi
    PH-HMTK PNUP
    Periode 2024-2025

    Ikuti terus semua media sosial kami:
    👉 Instagram: hmtk_pnup
    👉 TikTok: hmtk_pnup
    👉 Youtube: HMTK PNUP
    👉 E-mail: hmtkpnup@gmail.com
    👉 Website: hmtk.poliupg.ac.id

    LaksamanaAksara

    JayalahHMTK

    JayaJayaJaya

    HMTK Corner
  • HMTK Corner Jamur Cordyceps

    [HMTK CORNER JAMUR CORDYCEPS]

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

    Jamur Cordyceps merupakan jamur entomopatogen yang menyerang kepompong khususnya kelompok Limacodidae yang menyebabkan kepompong menjadi keras karena proses mummifikasi. Kepompong terinfeksi cukup tinggi dan bervariasi tergantung pada kondisi lingkungan dan media terutama kelembaban (Purba et al., 2021). Jamur C. militaris perlu mendapat perhatian karena jamur tersebut berpotensi tinggi untuk mengendalikan populasi ulat api. Jamur ini menyerang ulat api pada fase larva dan berkembang pada larva sampai dengan fase pupa (Wahyu, 2014).

    Cordyceps adalah jamur parasit yang terkenal akan manfaat kesehatannya. Selain digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok, jamur ini juga menjadi bahan suplemen kesehatan yang semakin populer di seluruh dunia. Beberapa nutrisi yang terkandung dalam Cordyceps antara lain adalah asam amino, protein, lemak, serat, vitamin, dan mineral seperti kalsium, kalium, magnesium, dan seng. Selain itu, Cordyceps juga mengandung senyawa aktif seperti cordycepin, adenosin, dan ergosterol yang diketahui bermanfaat bagi kesehatan (Saras, 2023).

    Di negara asalnya, Tibet, cordyceps dianggap sebagai jamur ajaib yang memiliki kekuatan menyembuhkan penyakit dan meningkatkan stamina. Jamur ini dikenal karena khasiat dan manfaatnya yang beragam untuk kesehatan, diantaranya :
    1) Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
    2) Menjaga kesehatan jantung
    3) Mengurangi peradangan
    4) Meningkatkan daya tahan tubuh
    5) Menjaga kesehatan hati

    Referensi:
    Purba, K. S., Khalimi, K., & Suniti, N. W.
    (2021). Uji aktivitas antijamur Bacillus
    cereus terhadap Colletotrichum
    fructicola KRCR penyebab penyakit
    antraknosa pada buah cabai rawit
    (Capsicum frutescens L.). Jurnal
    Agroekoteknologi Tropika. 10(1): 50-58.

    Kimia
    Terlahir Untuk Perubahan
    Jayalah HMTK
    Jaya! Jaya!! Jaya!!!

    Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    =====================================
    Departemen Publikasi dan Dokumentasi
    PH-HMTK PNUP
    Periode 2024-2025

    Ikuti terus semua media sosial kami:
    👉 Instagram: hmtk_pnup
    👉 TikTok: hmtk_pnup
    👉 Youtube: HMTK PNUP
    👉 E-mail: hmtkpnup@gmail.com
    👉 Website: hmtk.poliupg.ac.id

    LaksamanaAksara

    JayalahHMTK

    JayaJayaJaya

    HMTK Corner
  • HMTK Corner Efek Mpemba

    [HMTK CORNER EFEK MPEMBA]

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

    Sebuah Fenomena yang berlawanan dengan intuisi, air yang awalnya lebih panas membeku lebih cepat daripada air yang awalnya lebih dingin. Fenomena ini dikenal dengan nama “Efek Mpemba” (Yang and Huoy, 2012).

    Fenomena ini ditemukan oleh Erasto Batholomeo Mpemba pada tahun 1963 di Tanzania. Saat itu ia melakukan percobaan pembuatan es krim yang dididihkan dan cairan es krim yang awalnya bersuhu lebih rendah bersamaan dimasukkan ke dalam lemari es. Setelah beberapa waktu, ia mendapatkan fakta bahwa cairan es krim yang didihkan lebih cepat beku daripada cairan es yang awalnya bersuhu lebih rendah. Selama beberapa waktu iapun memublikasikan penemuannya ini berkerja sama dengan seorang Doktor bernama Denis G. Osborne pada tahun 1969.
    Mekanisme dasar yang tepat dari fenomena yang berlawanan dengan intuisi ini masih belum jelas, namun beberapa penelitian mengungkapkan bahwa Mpemba effect disebabkan karena molekul-molekul air panas bergerak lebih banyak daripada molekul-molekul air dingin, molekul tersebut saling bertabrakan sedemikian rupa sehingga beberapa molekul berhenti di jalurnya dan mengalami tumbukan. Hal ini terjadi karena karena proses transfer energi (kinetik) dari satu molekul ke molekul-molekul lainnya. Akibatnya, mereka mencapai keadaan energi minimum yang jika dalam Solid State Inducing Position (SSIP), akan membantu membentuk solid (membeku) dalam hal ini adalah menjadi es. Fenomena ini sangat kecil kemungkinannya terjadi di air dingin, karena molekul bergerak lambat. Jadi, pada air panas energi molekul yang tinggi dan gerakannya yang cepat berkontribusi pada proses pembekuan. (Salhi, A. 2012).

    Ketika zat cair belum mengalami pembekuan pada suhu di bawah titik bekunya, maka zat cair tersebut masuk ke dalam suatu fase yang disebut supercooling. Supercooling adalah suatu fenomena ketidakstabilan yang terjadi pada situasi khusus tertentu karena tidak ada fase transisi terjadi selama air berada pada fase cair. Mpemba Effect terjadi karena air yang panas atau suhunya tinggi akan mengalami waktu lebih sedikit pada saat fase supercooling dan akan mengakibatkan air yang suhunya lebih tinggi akan membeku lebih cepat. Namun, secara fakta, air panas harus mengeluarkan semua kalor panasnya untuk menyentuh suhu 0℃ yang seharusnya menggunakan lebih banyak waktu dari pada air yang suhunya lebih rendah menurut Asas Black. (asturo, D. 2022).

    Melalui fenomena ini, kita dapat mempelajari bahwa tidak semua kondisi terjadi secara regular, ada kondisi kondisi tertentu dimana sesuatu yang terjadi secara beraturan dapat tidak terkondisikan, hal inilah yang disebut dengan kondisi fenomena anomali.

    Referensi:
    Yang, Zhen-Yu and Houy, Ji-Xuan. 2012. The Mpemba Effect of a Mean Field System: the Phase Transition Time. School of Physics, Southeast University, China.
    Asturo, Desy Nicola. 2022. Fenomena Supercooling dalam efek Mpemba. Diakses pada https://bpkpenabur.or.id/bekasi/smak-penabur-harapan-indah/berita/berita-lainnya/fenomena-supercooling-dalam-efek-mpemba
    Salhi, Abdellah. 2012. Explaining the Mpemba effect. Department of Mathematical Sciences, University of Essex, UK.

    Kimia
    Terlahir Untuk Perubahan
    Jayalah HMTK
    Jaya! Jaya!! Jaya!!!

    Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    =====================================
    Departemen Publikasi dan Dokumentasi
    PH-HMTK PNUP
    Periode 2024-2025

    Ikuti terus semua media sosial kami:
    👉 Instagram: hmtk_pnup
    👉 TikTok: hmtk_pnup
    👉 Youtube: HMTK PNUP
    👉 E-mail: hmtkpnup@gmail.com
    👉 Website: hmtk.poliupg.ac.id

    LaksamanaAksara

    JayalahHMTK

    JayaJayaJaya

    HMTK Corner
  • HMTK Corner Point Nemo: Titik di Bumi yang Jauh dari Manusia Tapi Dekat dengan Luar Angkasa

    [HMTK CORNER POINT NEMO]

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

    Point Nemo, yang secara geografis dikenal sebagai Oceanic Pole of Inaccessibility, merupakan titik di laut yang paling jauh dari daratan mana pun. Ditemukan oleh insinyur survei Hrvoje Lukatela pada tahun 1992 menggunakan pemodelan geospasial, titik ini berada di koordinat 48°52.6′S 123°23.6′W, dan terletak lebih dari 2.700 km dari pulau-pulau terdekat seperti Ducie Island, Motu Nui dan Maher Island (McNeill et al., 2022).

    Letaknya yang sangat terpencil menjadikannya tempat yang nyaris tidak mungkin dijangkau oleh manusia biasa dalam pelayaran konvensional. Keunikan lokasi ini tak hanya terletak pada jaraknya, tetapi juga pada kondisi ekosistemnya. Karena berada di bagian tengah Arus Pasifik Selatan yang stabil dan minim nutrien, wilayah ini tergolong sebagai oceanic desert atau gurun laut, tempat kehidupan laut sangat minim. Dalam ekspedisi laut dalam, para ilmuwan hampir tidak menemukan organisme makroskopis, hanya mikroorganisme ekstremofil seperti bakteri dan beberapa spesies kecil kepiting yang mampu bertahan di ventilasi hidrotermal dasar laut (Davies, 2016). Keberadaan kehidupan yang sangat langka ini menegaskan betapa tidak ramahnya lingkungan Point Nemo.

    Karena ketiadaan aktivitas manusia dan biota laut yang minim, Point Nemo kemudian dipilih sebagai lokasi kuburan luar angkasa. Sejak tahun 1971, badan antariksa seperti NASA, ESA, hingga Roscosmos secara rutin mengarahkan sisa satelit dan stasiun luar angkasa untuk jatuh di sini saat memasuki atmosfer bumi kembali. Salah satu contoh paling terkenal adalah Stasiun Luar Angkasa Mir milik Rusia yang dideorbitkan ke area ini pada tahun 2001 (Turner, 2019). Jaraknya yang aman dari populasi manusia menjadikannya tempat ideal untuk pembuangan puing-puing antariksa (Interesting Engineering, 2024).

    Kejadian menarik lainnya adalah fakta bahwa seringkali manusia terdekat dengan Point Nemo justru bukan berada di bumi, melainkan para astronot yang berada di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Dengan ketinggian orbit sekitar 400 km dari permukaan bumi, ISS terkadang menjadi titik manusia paling dekat secara fisik dengan Point Nemo di saat tidak ada kapal atau pesawat di sekitarnya (Blue Explorer, 2022). Fenomena ini menjadi simbol betapa terpencil dan sepinya lokasi tersebut.

    Selain itu, Point Nemo juga kerap menjadi pusat perhatian dalam budaya populer dan teori konspirasi. Pada tahun 1997, National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) mendeteksi suara misterius ultra-rendah di dekat Point Nemo yang disebut “The Bloop”. Awalnya dianggap berasal dari makhluk laut raksasa, belakangan diketahui bahwa suara tersebut berasal dari pergerakan lapisan es di Antarktika (The DailyEco, 2024). Titik ini juga disebut-sebut sebagai lokasi kota fiktif R’lyeh tempat tidur makhluk Cthulhu dalam cerita horor karya H. P. Lovecraft, menjadikan Point Nemo sebagai objek menarik bagi sains sekaligus mitologi fiksi (Inaccessibility.net, 2025).

    Referensi:
    Blue Explorer (2022) Point Nemo, the world’s most lonely place. [Online] Tersedia di: https://blueexplorer.com/point-nemo
    Davies, E. (2016) ‘The place furthest from land is known as Point Nemo’, BBC Future. [Online] Tersedia di: https://www.bbc.com/future/article/20160527
    Inaccessibility.net (2025) Point Nemo: interesting facts. [Online] Tersedia di: https://inaccessibility.net/point-nemo
    Interesting Engineering (2024) Point Nemo: facts about the Earth’s farthest point from land. [Online] Tersedia di: https://interestingengineering.com
    McNeill, J., Patel, A. & Zhou, F. (2022) ‘Point Nemo revisited: Marine Isolation and Human Interaction’, Polar Record, 58(1), pp. 11–17.
    The DailyEco (2024) What is the Point Nemo?, [Online] Tersedia di: https://thedailyeco.com/point-nemo
    Turner, H. (2019) ‘Spacecraft cemetery: more than 260 objects crashed’, Times of India, 14 April.

    Kimia
    Terlahir Untuk Perubahan
    Jayalah HMTK
    Jaya! Jaya!! Jaya!!!

    Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    =====================================
    Departemen Publikasi dan Dokumentasi
    PH-HMTK PNUP
    Periode 2024-2025

    Ikuti terus semua media sosial kami:
    👉 Instagram: hmtk_pnup
    👉 TikTok: hmtk_pnup
    👉 Youtube: HMTK PNUP
    👉 E-mail: hmtkpnup@gmail.com
    👉 Website: hmtk.poliupg.ac.id

    LaksamanaAksara

    JayalahHMTK

    JayaJayaJaya

    HMT Corner
  • HMTK Corner Pembangkit Listrik Tenaga Garam

    [HMTK CORNER PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GARAM]

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

    Pembangkit Listrik Tenaga Garam (PLTG) merupakan inovasi teknologi energi terbarukan yang memanfaatkan prinsip-prinsip kimia elektrolit dan osmosis. Dalam sistem ini, air garam berperan sebagai medium elektrolit yang memungkinkan terjadinya reaksi redoks antara elektroda, sehingga menghasilkan arus listrik. Konsentrasi garam dalam larutan berpengaruh signifikan terhadap kapasitas listrik yang dihasilkan. Sebagai contoh, penelitian oleh Arizal et al. (2022) menunjukkan bahwa peningkatan kadar garam dari 7% menjadi 74% dapat meningkatkan daya listrik dari 0,011 Watt menjadi 0,058 Watt, menandakan pentingnya konsentrasi ion dalam proses pembangkitan listrik (Arizal et al., 2022).

    Selain reaksi elektrokimia langsung, teknologi pembangkit listrik tenaga garam juga memanfaatkan fenomena perpindahan ion melalui membran selektif, seperti pada metode Reverse Electrodialysis (RED). Dalam RED, perbedaan salinitas antara air laut dan air tawar menyebabkan migrasi ion-ion melalui membran, sehingga tercipta perbedaan potensial listrik yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik. Teknologi ini telah diaplikasikan secara pilot scale di beberapa negara, dengan kapasitas mencapai 50 kW, menunjukkan potensi pengembangan skala besar (Post et al., 2018).

    Teknologi Pressure Retarded Osmosis (PRO) adalah metode lain yang mengandalkan gradien salinitas antara air tawar dan air laut. Dalam PRO, air tawar mengalir melalui membran semi-permeabel ke dalam air laut bertekanan, sehingga meningkatkan volume dan tekanan yang dapat digunakan untuk menggerakkan turbin pembangkit listrik. Walaupun menjanjikan, efisiensi dan biaya produksi teknologi PRO masih menjadi tantangan utama yang perlu diatasi (Yip et al., 2020).

    Di Indonesia, teknologi PLTG telah diujicobakan dalam skala kecil, seperti di Desa Kalang Anyar, Sidoarjo, yang menggunakan air garam sebagai sumber energi alternatif untuk listrik. Sistem ini dipandang lebih ekonomis dibandingkan panel surya dan mampu memanfaatkan sumber daya alam lokal secara efektif (Wahyudi et al., 2023).

    Dengan potensi yang besar terutama bagi negara dengan garis pantai yang panjang, pengembangan pembangkit listrik tenaga garam sebagai sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan dapat menjadi solusi berkelanjutan di masa depan.

    Referensi:
    Arizal, F., Sulistyo, A., & Prasetyo, D. (2022). Pengaruh Kadar Garam terhadap Daya yang Dihasilkan Pembangkit Listrik Tenaga Air Garam sebagai Energi Alternatif Terbarukan. Jurnal Energi Terbarukan, 15(3), 120-128.
    Post, J. W., Hamelers, H. V. M., & Buisman, C. J. N. (2018). Energy recovery from controlled mixing salt and fresh water with a reverse electrodialysis system. Environmental Science & Technology, 42(15), 5785–5790.
    Wahyudi, R., Santoso, H., & Putra, A. (2023). Implementasi Pembangkit Listrik Tenaga Air Garam di Desa Kalang Anyar, Sidoarjo. Jurnal Energi dan Lingkungan, 10(1), 45-52.
    Yip, N. Y., Elimelech, M., & Freeman, B. D. (2020). Pressure retarded osmosis: From the vision to the reality. Environmental Science & Technology Letters, 3(2), 37-42.

    Kimia
    Terlahir Untuk Perubahan
    Jayalah HMTK
    Jaya! Jaya!! Jaya!!!

    Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    =====================================
    Departemen Publikasi dan Dokumentasi
    PH-HMTK PNUP
    Periode 2024-2025

    Ikuti terus semua media sosial kami:
    👉 Instagram: hmtk_pnup
    👉 TikTok: hmtk_pnup
    👉 Youtube: HMTK PNUP
    👉 E-mail: hmtkpnup@gmail.com
    👉 Website: hmtk.poliupg.ac.id

    LaksamanaAksara

    JayalahHMTK

    JayaJayaJaya

    HMTK Corner
  • HMTK Corner Warna yang Hanya Bisa Dilihat oleh Mata Kita Sendiri

    [HMTK CORNER IMPOSSIBLE COLORS]

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

    Dalam dunia persepsi visual, terdapat fenomena unik yang dikenal sebagai impossible colors atau warna yang mustahil yaitu warna-warna yang secara teoritis tidak dapat dilihat karena merupakan gabungan dari pasangan warna yang saling bertolak belakang dalam sistem persepsi warna manusia. Salah satu penyebabnya adalah kondisi langka yang disebut tetrakromasi (tetrachromacy) yaitu kemampuan untuk melihat spektrum warna yang lebih luas dibandingkan manusia pada umumnya.

    Secara alami, retina manusia memiliki tiga jenis sel kerucut (trikromat) yang sensitif terhadap panjang gelombang merah, hijau dan biru. Namun pada beberapa individu, khususnya wanita, terdapat variasi genetik yang memungkinkan mereka memiliki empat jenis sel kerucut (tetrakromat). Hal ini memungkinkan mereka membedakan gradasi warna dengan presisi lebih tinggi, seperti nuansa antara merah dan hijau yang tidak dapat dibedakan oleh mata trikromat. Penelitian oleh Jordan et al. (2010) dalam Journal of Vision mengungkapkan bahwa tetrakromat mampu membedakan hingga 100 juta warna, sementara trikromat hanya sekitar 1 juta.

    Sebuah studi oleh Crane dan Piantanida (1983) yang menunjukkan bahwa dengan memperlihatkan dua warna yang berlawanan secara bersamaan ke dua bagian retina yang berbeda dan menjaga tatapan tetap stabil, subjek bisa melihat “warna campuran” yang tidak ada padanan fisiknya di dunia nyata. Warna ini terasa seperti sesuatu yang “baru”, bukan sekedar campuran dua warna biasa.

    Fenomena ini menunjukkan bahwa persepsi warna tidak hanya bergantung pada stimulus fisik, tetapi juga dipengaruhi oleh pemrosesan saraf di tingkat korteks visual. Dengan kata lain, otak manusia memiliki kapasitas untuk “menciptakan” sensasi warna yang tidak mungkin direproduksi oleh alat atau pigmen biasa.

    Referensi:
    Crane, H. D., & Piantanida, T. P. (1983). On Seeing Reddish Green and Yellowish Blue. Science, 221(4615), 1078–1080.
    Jordan, G., Deeb, S. S., Bosten, J. M., & Mollon, J. D. (2010). The dimensionality of color vision in carriers of anomalous trichromacy. Journal of Vision, 10(8), 12.

    Kimia
    Terlahir Untuk Perubahan
    Jayalah HMTK
    Jaya! Jaya!! Jaya!!!

    Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    =====================================
    Departemen Publikasi dan Dokumentasi
    PH-HMTK PNUP
    Periode 2024-2025

    Ikuti terus semua media sosial kami:
    👉 Instagram: hmtk_pnup
    👉 TikTok: hmtk_pnup
    👉 Youtube: HMTK PNUP
    👉 E-mail: hmtkpnup@gmail.com
    👉 Website: hmtk.poliupg.ac.id

    LaksamanaAksara

    JayalahHMTK

    JayaJayaJaya

    HMTK Corner
  • HMTK Corner Dari Stigma ke Solusi: Manfaat Ganja dalam Pengobatan Medis yang Mengejutkan

    [HMTK CORNER GANJA]

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

    Ganja atau Cannabis Sativa, telah lama menjadi subjek kontroversi karena efek psikoaktifnya. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa tanaman ini memiliki potensi signifikan dalam bidang medis. Senyawa utama dalam ganja, yaitu Delta-9-Tetrahydrocannabinol (THC) dan Cannabidiol (CBD), berperan penting dalam berbagai aplikasi terapeutik (Putranto & Mangesti, 2024).

    Salah satu manfaat medis ganja adalah dalam pengelolaan nyeri kronis. Ganja dapat digunakan untuk terapi paliatif atau pengobatan pendamping guna meredakan rasa sakit kronis yang dialami pasien kanker. Selain itu, daun ganja diklaim dapat membantu melawan mual dan muntah sebagai efek samping kemoterapi. Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa ganja berpotensi dalam mengatasi masalah kesehatan mental tertentu, seperti mengurangi gejala depresi dan gangguan stres pascatrauma (PTSD). Namun, penting untuk dicatat bahwa penggunaan ganja tidak dianjurkan untuk semua kondisi kejiwaan, seperti gangguan bipolar, karena dapat memperburuk gejala (Citra, 2021).

    Dalam bidang neurologi, CBD telah menunjukkan efektivitas dalam mengurangi frekuensi kejang pada pasien epilepsi yang resisten terhadap pengobatan konvensional. CBD memiliki efek antikejang yang telah dikembangkan sebagai obat dan disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) di Amerika Serikat. Misalnya, Epidiolex, yang mengandung 100 mg/mL CBD dalam bentuk sirup, digunakan sebagai terapi tambahan pada kejang yang dijumpai pada penyakit Lennox–Gastaut Syndrome (LGS) atau Dravet Syndrome (DS) (Ikawati, 2022).

    Meskipun potensi medis ganja menjanjikan, penggunaannya di Indonesia masih dilarang berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, yang mengklasifikasikan ganja sebagai narkotika golongan I tanpa pengecualian untuk penggunaan medis. Beberapa pihak telah mengusulkan revisi regulasi ini untuk memungkinkan penelitian dan pemanfaatan ganja dalam konteks medis, dengan tetap mempertimbangkan aspek keamanan dan pengawasan yang ketat (Andrianto, 2022).

    Referensi:
    Andrianto, W. (2022). “Penggunaan Ganja di Bidang Medis dari Perspektif Kepastian dan Kemanfaatan Hukum.” Fakultas Hukum Universitas Indonesia.
    Citra, W. (2021). “Manfaat Ganja dalam Dunia Medis Plus Efeknya untuk Kesehatan.” Hello Sehat.
    Ikawati, Z. (2022). “Guru Besar Farmasi UGM Jelaskan Penggunaan Ganja Untuk Medis.” Universitas Gadjah Mada.
    Putranto, M., & Mangesti, Y. A. (2024). “Penggunaan Ganja Medis dalam Pengobatan dan Pengaturannya.” Journal Evidence of Law, 3(1).

    Kimia
    Terlahir Untuk Perubahan
    Jayalah HMTK
    Jaya! Jaya!! Jaya!!!

    Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    =====================================
    Departemen Publikasi dan Dokumentasi
    PH-HMTK PNUP
    Periode 2024-2025

    Ikuti terus semua media sosial kami:
    👉 Instagram: hmtk_pnup
    👉 TikTok: hmtk_pnup
    👉 Youtube: HMTK PNUP
    👉 E-mail: hmtkpnup@gmail.com
    👉 Website: hmtk.poliupg.ac.id

    LaksamanaAksara

    JayalahHMTK

    JayaJayaJaya

    HMTK Corner
  • HMTK Corner Neptunium: Unsur Kimia yang Berasal dari Neptunus?

    [HMTK CORNER NEPTUNIUM]

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

    Neptunium (Np) adalah unsur kimia dengan nomor atom 93 yang termasuk dalam deret aktinida. Unsur ini pertama kali ditemukan oleh Edwin McMillan dan Philip H. Abelson pada tahun 1940 melalui iradiasi uranium dengan neutron dalam sebuah reaktor nuklir. Nama Neptunium diambil dari planet Neptunus, karena dalam urutan tata surya Neptunus berada setelah Uranus (mirip dengan bagaimana Neptunium mengikuti uranium dalam tabel periodik) (Morss et al., 2018).

    Meskipun namanya berasal dari planet Neptunus, Neptunium tidak ditemukan secara alami dalam jumlah signifikan di luar Bumi. Unsur ini umumnya terbentuk sebagai produk sampingan dalam reaktor nuklir melalui reaksi fisi uranium-238 dengan neutron. Secara alami, Neptunium dapat ditemukan dalam jumlah yang sangat kecil di bijih uranium akibat reaksi penangkapan neutron yang terjadi secara spontan (Gephart, 2020). Oleh karena itu, meskipun ada keterkaitan dalam penamaan, tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa Neptunium berasal dari Neptunus atau lingkungan luar angkasa lainnya.

    Neptunium memiliki beberapa isotop, di antaranya yang paling stabil adalah neptunium-237 dengan waktu paruh sekitar 2,14 juta tahun. Isotop ini memiliki potensi aplikasi dalam industri nuklir, terutama dalam produksi plutonium-238 yang digunakan sebagai sumber energi dalam misi luar angkasa. Namun, karena sifatnya yang radioaktif dan beracun, Neptunium memerlukan penanganan yang sangat hati-hati untuk menghindari dampak lingkungan dan kesehatan (Choppin et al., 2021).

    Dalam konteks kimia dan fisika nuklir, Neptunium menjadi subjek penelitian terkait dengan pengelolaan limbah nuklir serta potensinya dalam reaktor nuklir generasi mendatang. Penelitian terkini berfokus pada ekstraksi dan daur ulang Neptunium untuk mengurangi limbah radioaktif jangka panjang (Vasconcellos et al., 2019).

    Referensi:
    • Choppin, G. R., Liljenzin, J. O., Rydberg, J., & Ekberg, C. (2021). Radiochemistry and Nuclear Chemistry. Academic Press.
    • Gephart, R. E. (2020). A Short History of Nuclear Regulation, 1946–2019. U.S. Nuclear Regulatory Commission.
    • Morss, L. R., Edelstein, N. M., Fuger, J., & Katz, J. J. (2018). The Chemistry of the Actinide and Transactinide Elements. Springer.
    • Vasconcellos, M. A. Z., et al. (2019). “Advances in Nuclear Waste Management: Recycling and Reduction Strategies.” Journal of Radioanalytical and Nuclear Chemistry, 322(3), 987–1003.

    Kimia
    Terlahir Untuk Perubahan
    Jayalah HMTK
    Jaya! Jaya!! Jaya!!!

    Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    =====================================
    Departemen Publikasi dan Dokumentasi
    PH-HMTK PNUP
    Periode 2024-2025

    Ikuti terus semua media sosial kami:
    👉 Instagram: hmtk_pnup
    👉 TikTok: hmtk_pnup
    👉 Youtube: HMTK PNUP
    👉 E-mail: hmtkpnup@gmail.com
    👉 Website: hmtk.poliupg.ac.id

    LaksamanaAksara

    JayalahHMTK

    JayaJayaJaya

    HMTK Corner
  • HMTK Corner Osmium Tetroksida: Senyawa yang Buat Kamu “Melihat” Bau

    [HMTK CORNER OSMIUM TETROKSIDA]

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

    Osmium tetroksida (OsO₄) merupakan senyawa kimia berwujud padatan volatil yang sangat beracun dan memiliki bau menyengat, sehingga dapat menyebabkan gangguan visual seperti kilatan cahaya atau efek “halo” di sekitar sumber terang, meskipun tidak ada pemicu visual sebenarnya (NIOSH, 2021). Efek ini disebut sebagai “visual aura” dan sering kali dikira sebagai halusinasi ringan.

    Fenomena “melihat bau” yang ditimbulkan OsO₄ sebenarnya bukan respon sensorik yang lazim, melainkan gejala toksik akibat gangguan pada sistem optik, terutama retina dan saraf penglihatan, akibat paparan senyawa ini (CDC, 2020). Artinya, halusinasi visual yang muncul bukan berasal dari otak secara psikologis, tapi karena kerusakan fisik akibat bahan kimia.

    Selain efek pada mata dan sistem visual, osmium tetroksida (OsO₄) juga dapat menimbulkan dampak sistemik jika terhirup dalam jumlah cukup besar, seperti kerusakan saluran pernapasan, nyeri dada, mual dan dalam kasus ekstrem, edema paru. Uap OsO₄ bersifat sangat reaktif dan dapat menyebabkan oksidasi jaringan halus di saluran napas bagian atas, termasuk hidung dan tenggorokan, sehingga menimbulkan sensasi terbakar yang kuat (PubChem, 2023).

    OsO₄ adalah oksidator kuat yang mampu merusak jaringan tubuh melalui reaksi dengan lipid di membran sel, terutama pada jaringan mata yang sensitif, sehingga menyebabkan iritasi parah, peradangan, bahkan kerusakan kornea yang dapat memicu ilusi penglihatan (PubChem, 2023). Reaksi ini terjadi sangat cepat bahkan pada kadar uap yang rendah. Dalam dunia laboratorium, OsO₄ digunakan sebagai agen fiksasi pada mikroskop elektron karena kemampuannya menempel pada membran sel dan memberikan kontras tinggi, serta sebagai oksidator dalam reaksi sintesis senyawa organik tertentu (UPenn EHRS, 2022).

    Namun, karena bahayanya, senyawa ini hanya boleh digunakan oleh profesional di ruang tertutup dengan alat pelindung lengkap dan sistem ventilasi khusus.

    Sumber:
    Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2020). Osmium tetroxide: Toxicological profile. U.S. Department of Health and Human Services.
    National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH). (2021). Osmium Tetroxide – Chemical Safety Card. International Chemical Safety Cards (ICSC).
    PubChem. (2023). Osmium tetroxide compound summary. National Center for Biotechnology Information. https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov
    University of Pennsylvania Environmental Health and Radiation Safety (UPenn EHRS). (2022). Osmium Tetroxide Fact Sheet. https://ehrs.upenn.edu

    Kimia
    Terlahir Untuk Perubahan
    Jayalah HMTK
    Jaya! Jaya!! Jaya!!!

    Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    =====================================
    Departemen Publikasi dan Dokumentasi
    PH-HMTK PNUP
    Periode 2024-2025

    Ikuti terus semua media sosial kami:
    👉 Instagram: hmtk_pnup
    👉 TikTok: hmtk_pnup
    👉 Youtube: HMTK PNUP
    👉 E-mail: hmtkpnup@gmail.com
    👉 Website: hmtk.poliupg.ac.id

    LaksamanaAksara

    JayalahHMTK

    JayaJayaJaya

    HMTK Corner