HMTK Corner Efek Mpemba

[HMTK CORNER EFEK MPEMBA]

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Sebuah Fenomena yang berlawanan dengan intuisi, air yang awalnya lebih panas membeku lebih cepat daripada air yang awalnya lebih dingin. Fenomena ini dikenal dengan nama “Efek Mpemba” (Yang and Huoy, 2012).

Fenomena ini ditemukan oleh Erasto Batholomeo Mpemba pada tahun 1963 di Tanzania. Saat itu ia melakukan percobaan pembuatan es krim yang dididihkan dan cairan es krim yang awalnya bersuhu lebih rendah bersamaan dimasukkan ke dalam lemari es. Setelah beberapa waktu, ia mendapatkan fakta bahwa cairan es krim yang didihkan lebih cepat beku daripada cairan es yang awalnya bersuhu lebih rendah. Selama beberapa waktu iapun memublikasikan penemuannya ini berkerja sama dengan seorang Doktor bernama Denis G. Osborne pada tahun 1969.
Mekanisme dasar yang tepat dari fenomena yang berlawanan dengan intuisi ini masih belum jelas, namun beberapa penelitian mengungkapkan bahwa Mpemba effect disebabkan karena molekul-molekul air panas bergerak lebih banyak daripada molekul-molekul air dingin, molekul tersebut saling bertabrakan sedemikian rupa sehingga beberapa molekul berhenti di jalurnya dan mengalami tumbukan. Hal ini terjadi karena karena proses transfer energi (kinetik) dari satu molekul ke molekul-molekul lainnya. Akibatnya, mereka mencapai keadaan energi minimum yang jika dalam Solid State Inducing Position (SSIP), akan membantu membentuk solid (membeku) dalam hal ini adalah menjadi es. Fenomena ini sangat kecil kemungkinannya terjadi di air dingin, karena molekul bergerak lambat. Jadi, pada air panas energi molekul yang tinggi dan gerakannya yang cepat berkontribusi pada proses pembekuan. (Salhi, A. 2012).

Ketika zat cair belum mengalami pembekuan pada suhu di bawah titik bekunya, maka zat cair tersebut masuk ke dalam suatu fase yang disebut supercooling. Supercooling adalah suatu fenomena ketidakstabilan yang terjadi pada situasi khusus tertentu karena tidak ada fase transisi terjadi selama air berada pada fase cair. Mpemba Effect terjadi karena air yang panas atau suhunya tinggi akan mengalami waktu lebih sedikit pada saat fase supercooling dan akan mengakibatkan air yang suhunya lebih tinggi akan membeku lebih cepat. Namun, secara fakta, air panas harus mengeluarkan semua kalor panasnya untuk menyentuh suhu 0℃ yang seharusnya menggunakan lebih banyak waktu dari pada air yang suhunya lebih rendah menurut Asas Black. (asturo, D. 2022).

Melalui fenomena ini, kita dapat mempelajari bahwa tidak semua kondisi terjadi secara regular, ada kondisi kondisi tertentu dimana sesuatu yang terjadi secara beraturan dapat tidak terkondisikan, hal inilah yang disebut dengan kondisi fenomena anomali.

Referensi:
Yang, Zhen-Yu and Houy, Ji-Xuan. 2012. The Mpemba Effect of a Mean Field System: the Phase Transition Time. School of Physics, Southeast University, China.
Asturo, Desy Nicola. 2022. Fenomena Supercooling dalam efek Mpemba. Diakses pada https://bpkpenabur.or.id/bekasi/smak-penabur-harapan-indah/berita/berita-lainnya/fenomena-supercooling-dalam-efek-mpemba
Salhi, Abdellah. 2012. Explaining the Mpemba effect. Department of Mathematical Sciences, University of Essex, UK.

Kimia
Terlahir Untuk Perubahan
Jayalah HMTK
Jaya! Jaya!! Jaya!!!

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

=====================================
Departemen Publikasi dan Dokumentasi
PH-HMTK PNUP
Periode 2024-2025

Ikuti terus semua media sosial kami:
👉 Instagram: hmtk_pnup
👉 TikTok: hmtk_pnup
👉 Youtube: HMTK PNUP
👉 E-mail: hmtkpnup@gmail.com
👉 Website: hmtk.poliupg.ac.id

LaksamanaAksara

JayalahHMTK

JayaJayaJaya

HMTK Corner

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *