HMTK Corner Kisah Pohon Natal dan Tradisinya

[HMTK CORNER KISAH POHON NATAL DAN TRADISINYA]

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Setiap negara memiliki cara yang berbeda dalam merayakan Natal dengan pohon Natal. Pohon Natal biasanya berupa pohon evergreen berupa pinus atau cemara, yang didekorasi menggunakan cahaya (lilin atau lampu) dan ornament sebagai bagian dari perayaan Natal. Dekorasi pohon Natal juga memiliki makna simbolis, seperti bintang di puncak pohon yang melambangkan Bintang Betlehem yang memandu orang-orang bijak menuju tempat kelahiran Yesus, lampu-lampu yang merupakan simbol cahaya Kristus yang datang ke dunia, pita dan ornamen yang mewakili kebahagiaan dan sukacita yang dihadirkan oleh kelahiran Kristus serta buah dan kacang-kacangan yang mengingatkan kita akan pemberian Tuhan dan berkat yang melimpah.

Sebelum pohon Natal digunakan, berbagai negara dan kebudayaan sudah menggunakan evergreen sebagai bagian dari simbolisasi kepercayaan mereka. Di belahan bumi bagian utara, hari terpendek jatuh pada 21 atau 22 Desember dan dinamakan titik balik matahari. Orang zaman dahulu beranggapan bahwa matahari adalah dewa dan musim dingin terjadi setiap tahun karena dewa matahari mengalami sakit dan menjadi lemah. Mereka merayakan titik balik matahari karena beranggapan dewa matahari mulai pulih dan akan sehat kembali. Pepohonan evergreen dibawa untuk mengingat bahwa seluruh tumbuhan hijau akan tumbuh kembali ketika dewa matahari sehat dan musim panas akan kembali (Armstrong, 2006).

Martin Luther dipercaya sebagai orang pertama yang meletakkan lilin ke pohon Natal. Pada saat itu ia sedang berjalan pulang di satu malam di musim dingin setelah menyusun kotbah. la kagum akan kerlip bintang di antara pepohonan evergreen. Untuk menunjukkan hal ini kepada keluarganya, ia mendirikan sebuah pohon di ruang utama rumahnya dan mengikatkan lilin-lilin pada dahan pohon tersebut (Spinks, 2008).

Pada awal abad kedelapan belas, tradisi ini menjadi populer di Rhineland. Pada 1816, Putri Henrietta of Nassau-Weilburg memperkenalkan pohon Natal pada Vienna dan menyebar ke seluruh Austria. Di Prancis, pohon Natal pertama diperkenalkan oleh Duchess of Orleans pada 1840. Di Inggris, keluarga kerajaan, termasuk Ratu Victoria dan Pangeran Albert, mempopulerkan tradisi menghias pohon Natal di kalangan masyarakat. Pohon Natal menjadi simbol yang melambangkan kebersamaan keluarga dan harapan untuk tahun baru yang lebih baik (Mangali, 2022).

Referensi:
Armstrong, M., & Taylor, S. (2014). ARMSTRONG’S HANDBOOK OF HUMAN RESOURCE MANAGEMENT PRACTICE (13 ed.).

Kimia
Terlahir Untuk Perubahan
Jayalah HMTK
Jaya! Jaya!! Jaya!!!

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

=====================================
Departemen Publikasi dan Dokumentasi
PH-HMTK PNUP
Periode 2024-2025

Ikuti terus semua media sosial kami:
πŸ‘‰ Instagram: hmtk_pnup
πŸ‘‰ TikTok: hmtk_pnup
πŸ‘‰ Youtube: HMTK PNUP
πŸ‘‰ E-mail: hmtkpnup@gmail.com
πŸ‘‰ Website: hmtk.poliupg.ac.id

LaksamanaAksara

JayalahHMTK

JayaJayaJaya

HMTK Corner

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *