
[HMTK CORNER PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GARAM]
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Pembangkit Listrik Tenaga Garam (PLTG) merupakan inovasi teknologi energi terbarukan yang memanfaatkan prinsip-prinsip kimia elektrolit dan osmosis. Dalam sistem ini, air garam berperan sebagai medium elektrolit yang memungkinkan terjadinya reaksi redoks antara elektroda, sehingga menghasilkan arus listrik. Konsentrasi garam dalam larutan berpengaruh signifikan terhadap kapasitas listrik yang dihasilkan. Sebagai contoh, penelitian oleh Arizal et al. (2022) menunjukkan bahwa peningkatan kadar garam dari 7% menjadi 74% dapat meningkatkan daya listrik dari 0,011 Watt menjadi 0,058 Watt, menandakan pentingnya konsentrasi ion dalam proses pembangkitan listrik (Arizal et al., 2022).
Selain reaksi elektrokimia langsung, teknologi pembangkit listrik tenaga garam juga memanfaatkan fenomena perpindahan ion melalui membran selektif, seperti pada metode Reverse Electrodialysis (RED). Dalam RED, perbedaan salinitas antara air laut dan air tawar menyebabkan migrasi ion-ion melalui membran, sehingga tercipta perbedaan potensial listrik yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik. Teknologi ini telah diaplikasikan secara pilot scale di beberapa negara, dengan kapasitas mencapai 50 kW, menunjukkan potensi pengembangan skala besar (Post et al., 2018).
Teknologi Pressure Retarded Osmosis (PRO) adalah metode lain yang mengandalkan gradien salinitas antara air tawar dan air laut. Dalam PRO, air tawar mengalir melalui membran semi-permeabel ke dalam air laut bertekanan, sehingga meningkatkan volume dan tekanan yang dapat digunakan untuk menggerakkan turbin pembangkit listrik. Walaupun menjanjikan, efisiensi dan biaya produksi teknologi PRO masih menjadi tantangan utama yang perlu diatasi (Yip et al., 2020).
Di Indonesia, teknologi PLTG telah diujicobakan dalam skala kecil, seperti di Desa Kalang Anyar, Sidoarjo, yang menggunakan air garam sebagai sumber energi alternatif untuk listrik. Sistem ini dipandang lebih ekonomis dibandingkan panel surya dan mampu memanfaatkan sumber daya alam lokal secara efektif (Wahyudi et al., 2023).
Dengan potensi yang besar terutama bagi negara dengan garis pantai yang panjang, pengembangan pembangkit listrik tenaga garam sebagai sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan dapat menjadi solusi berkelanjutan di masa depan.
Referensi:
Arizal, F., Sulistyo, A., & Prasetyo, D. (2022). Pengaruh Kadar Garam terhadap Daya yang Dihasilkan Pembangkit Listrik Tenaga Air Garam sebagai Energi Alternatif Terbarukan. Jurnal Energi Terbarukan, 15(3), 120-128.
Post, J. W., Hamelers, H. V. M., & Buisman, C. J. N. (2018). Energy recovery from controlled mixing salt and fresh water with a reverse electrodialysis system. Environmental Science & Technology, 42(15), 5785–5790.
Wahyudi, R., Santoso, H., & Putra, A. (2023). Implementasi Pembangkit Listrik Tenaga Air Garam di Desa Kalang Anyar, Sidoarjo. Jurnal Energi dan Lingkungan, 10(1), 45-52.
Yip, N. Y., Elimelech, M., & Freeman, B. D. (2020). Pressure retarded osmosis: From the vision to the reality. Environmental Science & Technology Letters, 3(2), 37-42.
Kimia
Terlahir Untuk Perubahan
Jayalah HMTK
Jaya! Jaya!! Jaya!!!
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
=====================================
Departemen Publikasi dan Dokumentasi
PH-HMTK PNUP
Periode 2024-2025
Ikuti terus semua media sosial kami:
👉 Instagram: hmtk_pnup
👉 TikTok: hmtk_pnup
👉 Youtube: HMTK PNUP
👉 E-mail: hmtkpnup@gmail.com
👉 Website: hmtk.poliupg.ac.id
Tinggalkan Balasan