[HMTK CORNER]

[HMTK CORNER]
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Teman-teman pasti sudah tidak asing lagi mengenai larangan meniup makanan panas, orang tua selalu mengingatkan, bahkan dari nenek dalam islam pun dianjurkan untuk tidak meniup makanan panas. latas tahukah teman-teman bagaimana itu dapat terjadi?
Berikut penjelasannya 👇👇👇
Dalam ilmu kesehatan modern atau penelitian sains, bertemunya H2O (air) dengan karbondioksida atau CO2 yang dikeluarkan dari mulut manusia akan menghasilkan asam karbonat.
Diambil dari berbagai sumber, asam karbonat atau H2CO3 merupakan senyawa kimia yang bisa masuk ke dalam tubuh manusia, berpotensi menyebabkan penyakit jantung. Oleh karena itu, disarankan untuk tidak meniup minuman atau makanan panas
Semakin tinggi kandungan asam karbonat dalam darah, maka akan semakin asam darah. Normalnya, darah memiliki batasan kadar keasaman atau pH yakni 7,35 sampai 7,45. Jika kadar keasaman ini lebih tinggi dari pH normal, maka tubuh bisa berada dalam kondisi asidosis.
Kondisi tersebut berbahaya bagi tubuh yang dapat menyebabkan gangguan jantung, disertai napas yang lebih cepat. Selain itu, ada bakteri H. Pylori yang menyebar melalui pernapasan. Bakteri tersebut dikatakan dapat menyebabkan gangguan lambung.
Tidak hanya itu, ada mikroorganisme dan kotoran yang berada di mulut. Akibat tiupan, kotoran yang tidak terlihat mata bisa berpindah dari mulut seseorang ke makanan atau minuman.
Sudah tahukan teman-teman, semoga ilmunya dapat bwrmanfaat, sampai jumpa pada HMTK Corner berikutnya 👋
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
===================================
Departemen Publikasi dan Dokumentasi
HMTK PNUP
Periode 2019-2020
Ikuti terus semua media sosial kami :
👉 Line: @wdi7450l
👉 Instagram: hmtk_pnup
👉 Facebook: HMTK PNUP
👉 E-mail: hmtkpnup@gmail.com
👉 Website: www.hmtkpnup.org

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *